Presiden Amerika Serikat, Donald Trump .`(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)

Ini merupakan gerak-gerik terkini untuk mengisolasikan lebih lanjut lagi negara Asia Timur Laut ini dan akan membolehkan AS mengenakan lagi sanksi-sanksi terhadap RDRK karena menjalankan kepemilikan senjata nuklir.

Ketika berbicara di depan jumpa pers di Gedung Putih, Presiden Donald Trump menekankan: Masalah ini sebenarnya dilaksanakan sejak lama. Kementerian Keuangan AS akan cepat mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap RDRK pada Selasa (21 November).

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump hanya beberapa hari setelah mengakhiri kunjungan-nya di 5 negara Asia dengan isi titik berat ialah mencegat ambisi nuklir Pyong Yang. Kalangan pakar menilai langkah ini akan pada pokoknya bersifat simbolik karena RDRK selama ini terkena sanksi-sanksi keras dari AS.