![]() |
Dalam satu pernyataan, juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert menunjukkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson dan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov telah mengadakan pembicaraan telepon pada Selasa (26 Desember), setelah AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap RDRK selama hari-hari ini. Pada pembicaraan tersebut, kedua fihak telah membahas kekhawatiran-kekhawatiran yang bersangkutan dengan program nuklir RDRK yang menimbulkan destabilitas terhadap situasi regional dan sepakat meneruskan langkah diplomatik untuk mencapai target denuklirisasi semenanjung Korea.

