![]() |
Pernyataan tersebut diajukan dalam pertemuan antara dua pejabat ini di Washington DC, Amerika Serikat. Menurut utusan khusus tersebut, Menlu Rex Tillerson menyatakan bahwa sanksi-sanksi dan tekanan terhadap RDRK dikenakan untuk menciptakan peluang bagi Pyong Yang berkembang, melalui buka pintu dan menghapuskan program nuklir.
Dalam satu perkembangan yang bersangkutan, menurut kantor berita Sputnik, Rusia, kapal induk bertenaga nuklir USS Ronald Reagan, AS sedang digelarkan di wilayah lepas laut semenanjung Korea setelah Pyong Yang melakukan uji coba rudal balistik terkini pada 14/5 ini.

