Rudal Hwasong-12 milik RDRK (Yonhap / VNA)

Cara pendekatan pertama bersangkutan dengan penguatan serangan-serangan siber dan tindakan-tindakan sebotase lain yang bisa mengintervensi peluncuran-peluncuran rudal. Cara pendekatan ke-2 ialah meledakkan rudal yang sedang berada pada “tahap dorong” ketika mereka adalah sasaran-sasaran yang berkecepatan lambat dan mudah ditemukan.

Gedung Putih telah meminta kepada Kongres supaya mengucurkan pos anggaran keuangan sebesar 4 miliar USD untuk melaksanakan strategi-strategi uji coba ini. Sebelumnya, Kongres AS telah memberikan 8 miliar USD kepada Badan Pertahanan Rudal AS.

Gerak-gerik ini berlangsung setelah RDRK melakukan uji coba nuklir ke-6 dan terus-menerus meluncurkan rudal. Ketegangan di Semenanjung Korea terus bereskalasi. Sudah ada indikasi-indikasi yang menunjukkan bahwa Pemerintah RDRK sedang siap melakukan lagi peluncuran-peluncuran rudal baru, sedangkan AS dan sekutunya Republik Korea memperhebat latihan-latihan perang bersama.