
Aktivitas pembangunan pulau-pulau buatan oleh Tiongkok di kepulauan Truong Sa
(Spratly) di Laut Timur telah meningkat 50 persen terbanding dengan bulan Mei lalu.
(Foto: Wall Street Journal//tuoitre.vn)
Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di AS, Zhu Haiquan pada Kamis sore menegaskan: Tiongkok telah menghentikan aktivitas pembangunan pulau buatan di Laut Timur pada Juni lalu. Sementara itu, meskipun tidak langsung menolak pernyataan Beijing, namun seorang juru bicara Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa Tiongkok perlu menjelaskan apakah pernyataan ini mengungkapkan semua pos-pos depan dari negara ini di dua kepulan Truong Sa dan Hoang Sa (Paracels) dan apakah Beijing berkomitmen akan menghentikan segera aktivitas-aktivitas pembangunan di Laut Timur atau tidak. Laporan tersebut menambahkan: Tiongkok sedang dengan prioritas menggunakan kapal-kapal dinas pelaksanaan hukum di laut untuk siap memberikan reaksi ketika melakukan eskalasi.
Ketika berbicara di depan jumpa pers pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter menegaskan: tentara AS akan terus melakukan misi-misi penerbangan dan mengerahkan kapal di semua wilayah laut yang diizinkan oleh hukum internasional.
