Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, dengan alasan menjamin keamanan nasional, Kementerian Keuangan AS telah memasukkan Grup Huawei ke dalam daftar yang disebut sebagai “Daftar maujud”. Menurut itu, berbagai alat dan suku cabang berteknologi tinggi dari AS akan tidak dijual kepada obyek-obyek yang berada dalam daftar tersebut tanpa surat izin istimewa yang diberikan Pemerintah AS.
Ketika berbicara di depan jumpa pers, Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross menunjukkan bahwa Kementerian Perdagangan AS akan memberikan surat izin pada saat tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional AS. Namun dia juga menegaskan bahwa Grup Huawei masih tetap berada dalam “Daftar maujud” yang berarti bahwa pengumuman ini tidak mengubah skala produk-produk yang menuntut surat izin serta tuntutan-tuntutan AS yang rewel.
