Komando Selatan dari AS memberitahukan bahwa pengungsian dilaksanakan untuk melindungi para staf Kedutaan Besar dan tidak ada warga Haiti dalam misi-misi penerbangan pengungsian AS.
Pengungsian para staf Kedutaan Besar AS dilakukan pada latar belakang kekerasan antar-geng di Haiti berlangsung secara serius dan negara Karibia ini sedang ditempatkan dalam situasi darurat. Geng-geng bersenjata Haiti mengancam untuk menggulingkan pemerintah dan membuat ribuan warga harus meninggalkan rumahnya. Pada awal bulan Maret, geng-geng bersenjata melakukan dua kali lolos dari penjara di dua penjara terbesar di Haiti dan mengimbau Perdana Menteri Ariel Henry mengundurkan diri. Geng-geng dianggap sedang mengontrol hingga 80% Ibu kota Haiti.
