Ketika berbicara di depan Gedung Putih pada Rabu (23 Oktober), Presiden Donald Trump memberitahukan bahwa Pemerintah Turki telah mengumumkan kepada pemerintahnya bahwa negara ini telah menghentikan semua kegiatan militer dan akan melaksanakan gencatan senjata untuk selama-lamanya di Suriah Timur Laut. Tetapi, dia juga memperingatakat akan mengenakan kembali sanksi-sanksi kalau Turki tidak menaati permufaktan gencatan senjata untuk selama-lamanya di Suriah.

Permufakatan gencatan senjata antara AS dan Turki telah diganti oleh satu permufakatan baru antara Presiden Recep Erdogan dan Presiden Rusia, Vladimir Putin di satu pertemuan yang diadakan pada Selasa (22 Oktober) di Rusia. Menurut permufakatan ini, pasukan-pasukan Rusia akan membantu membawa kaum militan orang Kurdi ke satu kawasan yang lebih aman dan luas sepanjang perbatasan antara Turki dan Suriah.