Laporan yang diumumkan dua kali setahun tersebut sangat ditunggu-tunggu pada latar belakang terjadi melemah-nya mata uang sehingga barang-barang ekspor dari semua negara yang masuk ke AS memiliki daya saing yang lebih tinggi dan berpengaruh terhadap upaya-upaya Washington sekarang ini guna mengurangi ketidak-seimbangan neraca perdagangan global. Berdasarkan pada laporan tersebut, Kementerian Keuangan AS akan melakukan penilaian terhadap seluruh para mitra dagang-nya yang mencapai surplus perdagangan lebih dari 40 miliar USD pertahun. Menurut laporan tersebut, berdasarkan pada angka nilai perdagangan tahun 2019, standar tersebut akan bersangkutan dengan 21 negara yang memiliki total nilai perdagangan kira-kira 3,5 triliun USD dengan AS.

Terhadap satu daftar yang diperluas, Kementerian Keuangan AS telah mencatat lagi 9 mitra dagang, di antaranya ada Tiongkok ke dalam daftar “yang perlu diawasi tentang kebiasaan moneter”.