Konkretnya, menurut tuduhan AS, dua warga negara Tiongkok telah mencuri data tentang perancangan senjata, informasi farmasi, kode sumber perangkat lunak, dan data pribadi dari sasaran-sasaran. Kalangan otoritas AS juga menuduh dua orang tersebut sebagai para kontraktor bagi Pemerintah Tiongkok, dari pada spion profesional.

Kedutaan Besar Tiongkok sekarang belum memberi respon tentang tuduhan ini.