![]() |
Dia menegaskan bahwa AS akan tidak merundingkan kembali permufakatan nuklir Iran pada tahun 2015 atau disebut sebagai Rencana Aksi Menyeluruh Bersama (JCPOA) alih-alih mengeluarkan 12 tuntutan utama bagi satu permufakatan nuklir baru untuk mengontrol program nuklir Iran secara lebih ketat. Tuntutan-tuntutan utama termasuk meminta kepada Iran supaya menghentikan pengayaan uranium, tidak memproduksi kembali plutoni, boleh mendekati secara tak terbatas terhadap basis-basis nuklir di seluruh negara ini, menghentikan pengembangan program rudal balistik, menarik diri pasukan-pasukan ke luar Suriah dan menghentikan sponsor kepada kelompok-kelompok pembangkang di Timur Tengah, membebaskan para warga negara AS yang sedang ditahan oleh Iran dan menghentikan ancaman-ancaman permusnahan massal terhadap Israel.
Pada hari yang sama, Presiden Iran, Hassan Rouhani mencela tuntutan-tuntutan baru AS terhadap Iran merupakan hal “yang tidak bisa diterima” serta mengulangi taktik-taktik “yang tidak berguna” yang pernah dikenakan oleh Washington pada masa lampau. Menlu Iran, Javad Zarif juga mencela tuntutan-tuntutan AS yang baru, menegaskan bahwa ancaman Menlu AS merupakan “tidak rasional dan menurut intervensisme”.

