Pada rapat yang berlangsung pada 30 Mei lalu, di Ulan Bator, Ibu kota Mongolia, para diplomat telah sepakat perlunya melakukan dialog dengan RDRK. Wakil Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) AS urusan masalah-masalah Asia Timur dan Pasifik, Mark Lambert, beserta para sejawatnya dari Mongolia, Byambasuren Guntevsuren dan dari Republik Korea, Choi Yong Jun, telah menyatakan kesediaannya untuk mengadakan satu pertemuan trilateral secara permanen dan bergilir di setiap negara. Dalam pertemuan ini, ketiga negara menyatakan kecemasan atas bahaya penggunaan senjata nuklir dalam konflik di Ukraina, bersamaan dengan itu membahas serentetan masalah besar lainnya di kawasan dan dunia, termasuk upaya mempertahankan satu kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.