Rudal jelajah strategis RDRK (Foto: Yonhap/VNA) |
Menurut pernyataan tersebut, AS, Republik Korea, dan Jepang mengutuk kasus-kasus ujicoba rudal balistik yang dilaksanakan RDRK secara terus-menerus serta pernyataan-pernyataan yang mengeskalasikan dan menimbulkan instabilias situasi terkait penggunaan senjata nuklir negara ini. Semua pihak juga berkomitmen terus memperkokoh dan mendiversifikasi kerja sama keamanan untuk menghadapi ancaman dari RDRK terhadap keamanan regional dan global. Utusan Khusus AS, Sung Kim mengulangi lagi komitmen AS untuk membela AS dan Republik Korea.
AS, Republik Korea, dan Jepang juga mengimbau RDRK untuk mematuhi kewajiban-kewajiban negara ini sesuai dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bersamaan itu menegaskan, jalan dialog tetap terbuka melalui upaya-upaya yang terus-menerus untuk meyakinkan RDRK kembali ke meja perundingan.
Dalam satu perkembangan terkait, pada Sabtu pagi (8 April), Kantor Berita Sentral Korea (KCNA) memberitakan, negara ini telah mengujicoakan satu peralatan serangan nirawak bawah air yang mungkin membawa hulu ledak nuklir.

