Basis nuklir di RDRK (Foto: The Guardian) |
Sebelumnya, koran “Wall Street Journal” mengutip laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengatakan bahwa RDRK dianggap telah membuka kembali reaktor nuklir Yongbyon untuk memproduksi plutonium, bahan yang dapat membantu negara tersebut menciptakan senjata nuklir. Pejabat senior AS menekankan bahwa AS terus mengusahakan dialog dengan RDRK untuk bisa menangani kegiatan nuklir Pyong Yang tersebut dan seluruh masalah yang terkait dengan denuklirisasi. AS juga bekerja sama secara erat dengan para sekutu dan mitra yang terkait dengan perkembangan-perkembangan situasi di RDRK.

