Kementerian Perdagangan AS menyatakan bahwa barang-barang ini sedang dijual di pasar AS dengan harga lebih rendah terbanding dengan harga menengah. Menurut itu, badan-badan yang mengekspor barang-barang itu harus menghadapi tarif dari 28,7% sampai 251,6%.

Ini merupakan gerak-gerik terkini dari AS terhadap barang-barang impor, mayoritasnya berdasarkan pada tekanan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan AS karena mereka telah menderita kerugian yang ditimbulkan barang-barang impor dari Tiongkok atau para mitra dagang yang lain. Namun gelombang pengenaan tarif tambahan ini tidak berada dalam rencana Presiden Donald Trump yang mengenakan tarif paling tinggi terhadap hampir semua barang Tiongkok.