Isi rancangan kali ini tidak mengaitkan gencatan senjata di Jalur Gaza dengan pembebasan para sandera yang sedang ditahan pasukan Hamas. Rancangan itu mengeluarkan dua tuntutan yang terpisah yaitu satu gencatan senjata kemanusiaan yang segera dan pembebasan dengan segera dan tanpa syarat semua sandera.
Ini untuk ketiga kalinya AS memveto satu rancangan Resolusi DK PBB tentang konflik di Timur Tengah.
Ketika memberikan reaksi atas veto AS terhadap rancangan Resolusi tersebut, Kepala Perwakilan Tiongkok di PBB, Zhang Jun, menganggap bahwa keputusan AS ini mengirimkan pesan yang salah, memojokkan Jalur Gaza ke krisis yang lebih serius. Sementara itu, banyak negara Arab, di antaranya ada Mesir, telah mencela keras suara veto dari AS.
