Peristiwa ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah sebuah tim nasional dari negara yang tengah berada dalam kondisi konfrontasi militer dengan Amerika Serikat (AS) bertanding langsung di wilayah Amerika Serikat.
Direktur Eksekutif Satgas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, mengatakan bahwa pemerintah AS telah menyusun rencana khusus untuk menjamin keamanan tim nasional Iran. Berdasarkan rencana tersebut, pihak AS menempatkan tim Iran di Kota Tijuana, Meksiko, dan mereka hanya melakukan perjalanan ke AS tepat sebelum pertandingan berlangsung. Setelah dua pertandingan pertama berjalan dengan aman, pihak AS memutuskan untuk melonggarkan rencana tersebut dan mengizinkan tim Iran tetap berada di Seattle selama satu hari tambahan setelah pertandingan terakhir mereka di kota tersebut.
Pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa tujuan dari rencana ini adalah menciptakan sebuah “keadilan bertanding” bagi seluruh tim nasional, terlepas dari kondisi politik antarnegara. Menurutnya, AS tidak ingin para pemain terkena dampak dari ketegangan diplomatik yang terjadi di luar lapangan.
Sementara itu, perwakilan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) juga menyatakan bahwa perlindungan terhadap tim nasional Iran diterapkan dengan standar yang sama seperti kepada semua tim lainnya. Langkah-langkah keamanan mencakup perlindungan lokasi akomodasi, tempat latihan, jalur perjalanan, serta penyelidikan segera terhadap setiap informasi ancaman yang ditujukan kepada tim maupun para penggemar.
