Pada Konferensi tersebut, Wamenlu Dang Hoang Giang mengusulkan empat prioritas kerja sama, yaitu: memperkuat hubungan bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan setiap negara kawasan sungai Mekong; mendorong keterkaitan produksi dan rantai pasokan yang mandiri; mengatasi tantangan keamanan non-tradisional; dan mengelola sumber daya air. Untuk memperdalam kerja sama MUSP, ia menekankan pentingnya pendekatan dialog kebijakan tingkat tinggi yang terkait dengan proyek-proyek spesifik. Hal ini dilakukan dengan dukungan AS yang dipadukan dengan peran proaktif negara-negara Mekong, untuk terus mendukung sub-kawasan sungai Mekong yang independen, mandiri, dan makmur serta berkontribusi dalam membentuk arsitektur regional yang terbuka, inklusif, dan berpusat pada ASEAN.

Pada Dialog ASEAN-AS ke-38, Wamenlu Dang Hoang Giang menekankan bahwa hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-AS perlu diperkuat lebih lanjut atas dasar kepercayaan politik, saling menghormati, dan saling menguntungkan, dengan tujuan mencapai hasil kerja sama yang substansial. Ia meminta kedua pihak untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, investasi, kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, energi, mineral penting, pengembangan rantai pasokan berkelanjutan, dan pemberantasan kejahatan transnasional, bersamaan dengan itu terus mendukung upaya integrasi ASEAN dan kerja sama sub-kawasan Mekong.

Terkait Laut Timur, Wamenlu Dang Hoang Giang menegaskan kembali pendirian konsisten Vietnam dan ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan, dan kebebasan maritim dan penerbangan; menyelesaikan sengketa secara damai berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982); dan menekankan pentingnya segera menyelesaikan Kode Etik dari Semua Pihak di Laut Timur (COC) yang efektif, substansial, dan sesuai dengan hukum internasional.