Demikian ditekankan Perdana Menteri (PM) Vietnam, Le Minh Hung di sidang tertutup para pemimpin ASEAN untuk mengdiskusikan adaptasi dengan krisis energi yang muncul dari berbagai ketegangan geo-politik dan pengalaman untuk ASEAN. Sidang tersebut diadakan pada Jumat sore (08 Mei) dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.

PM Le Minh Hung menyampaikan usulan-usulan utama untuk ASEAN di konteks baru. Menurut itu, ASEAN perlu berjalan di depan dalam mempertahankan hukum, memperkokoh kepercayaan dalam hubungan internasional melalui menekuni dan menjunjung tinggi multilateralisme dan supremasi hukum internasional. Di antaranya ASEAN perlu aktif turut menjaga keamanan, keselamatan, kebebasan maritim dan penerbangan di dunia serta di kawasan. Di Laut Timur, ASEAN perlu berupaya bersama dengan Tiongkok menjamin pelaksanaan dengan lengkap dan efektif Deklarasi mengenai perilaku para pihak di Laut Timur (DOC), segera mencapai Kode perilaku di Laut Timur (COC) secara berdaya-guna, substansial dan sesuai dengan hukum internasional.

Menurut PM Le Minh Hung, di tengah dunia yang penuh gejolak, ASEAN perlu menjemput perubahan dengan mengembangkan secara efektif berbagai mekanisme yang sedang ada untuk mendorong dialog, membina kepercayaan dan melaksanakan diplomasi defensif.