Menurut laporan tersebut, negara-negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura berpotensi menghadapi kondisi kabut asap yang serius, terutama pada periode puncak yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus dan September tahun ini. Ini merupakan kali kedua SIIA menetapkan status peringatan merah sejak laporan tersebut untuk pertama kali diterbitkan pada tahun 2019, setelah peringatan serupa yang dikeluarkan pada tahun 2023.
Para ahli meteorologi berpendapat bahwa meningkatnya risiko kabut asap merupakan akibat dari kombinasi fenomena El Nino dan Dipol Samudra Hindia (IOD). Kondisi cuaca tersebut diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau, sehingga cuaca menjadi lebih panas dan kering. Akibatnya, risiko terjadinya kebakaran hutan di berbagai daerah di kawasan ini akan meningkat secara signifikan.
