![]() |
Keputusan ini dikeluarkan pada latar belakang ancaman rudal balistik interkontinental dari Republik Demokrasi Rakyat Korea terhadap keamanan nasional Australia semakin meningkat. Kapal fregat baru Australia akan dipersenjatai dengan teknologi anti-rudal yang paling mutakhir sekarang, yang mampu menembak jatuh rudal jarak jauh. Panglima Angkatan Laut Australia, Laksamana Madya Tim Barret memberitahukan bahwa keputusan ini akan turut meningkatkan peranan Angkatan Laut Australia di kawasan Samudra Hindia - Pasifik.

