
Kaum migran menunggu bis di daerah Sentilj, Slovenia Timur Laut
pada 28 Oktober untuk meneruskan perjalanan lewat Slovenia
(Foto: AFP/Kantor Berita Vietnam)
Sementara itu, para pejabat Uni Eropa memberitahukan bahwa mereka juga tidak mendapat pengumuman terlebih dulu tentang rencana Wina dan yang bersangkutan dengan masalah ini. Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker telah mengadakan pembicaraan darurat per telepon dengan Perdana Menteri Austria, Werner Faymann. Dua pihak mengulangi lagi pendirian bahwa tembok-tembok ini akan tidak ada di Eropa dan akan mengusahakan adanya pendirian bersama tentang masalah sekarang.
Sebelumnya, pada Rabu (28 Oktober), Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere menyatakan: Negara ini akan mengembalikan ribuan orang yang permintaan suakanya ditolak ke negara-negara Balkan pada latar belakang Berlin memperketat pendirian kerasnya terhadap kaum migran.
