Melalui perbahasan, para utusan menyatakan bahwa setelah 30 tahun melaksanakan pembaruan, kaum wanita Vietnam telah ikut memimpin dan menjadi tuan terhadap lebih dari 30% di antara total basis-basis produksi dan badan-badan usaha, turut membawa Vietnam menjadi negara papan atas di Asia, menduduki posisi ke-6 di antara negara-negara dan kawasan-kawasan yang punya persentase badan usaha wanita paling tinggi. Namun, kaum wanita, sekarang masih menghadapi rintangan-rintangan dalam masyarakat seperti: prasangka sosial tentang gender, partisipasi kaum wanita pada kepemimpinan di badan-badan dan sebagainya.
Pada lokakarya tersebut, para peserta lokakarya mendengarkan pengalaman dalam mendorong semangat kaum wirausaha wanita melakukan start-up, kebersediaan melakukan start-up pada latar revolusi industri generasi keempat dari Jepang, Indonesia dan Amerika Serikat.
