Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, Presiden AS, Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Reuters)

Akan tetapi, gerak-gerik Bahrain tersebut menghadapi reaksi keras yang diberikan Iran dan Palestina.

Penasehat khusus urusan berbagai masalah internasional dari Ketua Parlemen Iran, mantan Deputi Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian menyatakan bahwa permufakatan Israel-Bahrain merupakan pengkhianatan besar terhadap usaha adil yang dilakukan Palestina dan agama Islam.

Sementara itu, Pemerintah Palestina (PA) dan Gerakan Islam Hamas juga mengutuk permufakatan tersebut sebagai “tusukan ke belakang” lain yang dilakukan satu negara Arab, serta satu tindakan permusuhan terhadap warga Palestina.