Sementara baku tembak yang sengit terus terjadi, upaya-upaya bantuan telah terhenti setelah lebih dari dua bulan konflik merebak.

Warga menambahkan bahwa rumah-rumah di Kota Khartoum yang terguncangkan karena baku tembak masih tidak menurun, dengan seluruh keluarga harus berlindung di tempat, sumber pasokan penting habis, di tengah cuaca musim panas. PBB mengatakan bahwa hampir 1,5 juta orang telah meninggalkan Ibu kota Khartoum sejak kekerasan merebak pada pertengahan April. Semua distrik di Khartoum tidak ada air untuk kegiatan sehari-hari dan orang-orang yang tetap tinggal di kota dalam keadaan tanpa listrik sejak tanggal 22 Juni.