Sebelumnya, jenazah-jenazah ini telah menjalani tes DNA dan diberi tanda agar kerabat mereka dapat mengidentifikasinya di kemudian hari.

Pada hari yang sama, Media Tiongkok memberitakan bahwa pos hubungan darurat pertama di Pelabuhan Gyirong, di Zona Otonomi Tibet, dekat perbatasan dengan Nepal telah beroperasi. Pos ini terletak berjarak 1,2 Km dari perbatasan dengan Nepal dan bertugas mengatasi kesenjangan komunikasi, menyediakan jaringan telekomunikasi yang stabil dan tepercaya untuk operasi penyelamatan korban, pembukaan jalan, pengangkutan bahan material dan dukungan untuk pasukan di garis depan.

Tiongkok, pada 30 Agustus, telah membawa sekitar 50 ton barang bantuan darurat ke Nepal dan mengerahkan sembilan 9 ahli penyelamat terowongan untuk mendukung pekerjaan pertolongan setelah banjir bandang serius pada 26 Agustus. Selain itu, Tiongkok juga memberikan bantuan keuangan darurat bagi Nepal selama beberapa hari terakhir.

Sementara itu, komunitas internasional terus mengirim bantuan darurat kepada Nepal untuk mengatasi dampak bencana mengerikan tersebut. Amerika Serikat (AS) dan Kanada memberitahukan akan memasok bantuan kemanusiaan senilai 3,6 juta dolar AS ke Nepal, Inggris memberikan bantuan senilai 6,8 juta dolar AS, sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan paket bantuan darurat senilai 2,5 juta dolar AS. Selain itu, Uni Eropa, Lembaga Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta organisasi-organisasi internasional lain berkomitmen akan memberikan bantuan kepada Nepal.