Menurut Trotsenburg, konflik di Ukraina telah memutus jalur ekspor sereal negara ini yang merupakan salah satu negara pengekspor serealia utama dunia, sehingga mengakibatkan situasi kekurangan pangan di seluruh dunia. Ini merupakan salah satu alasan mengapa Bank Dunia siap memberikan bantuan keuangan hingga 30 miliar USD untuk menangani situasi kerawanan pangan di dunia selama 12 bulan mendatang.

Sebelumnya, pada tgl 13 September, Dana Moneter Internasional (IMF) telah mengkonfirmasikan rencana penambahan bantuan darurat kepada negara-negara yang terkena dampak kenaikan harga pangan dan situasi krisis pangan akibat konflik di Ukraina.