Menghadapi tindakan-tindakan pelecehan terhadap Al-Qur’an ini, Kementerian Luar Negeri Turki, pada Selasa (25 Juli), telah mengutuknya secara keras dan mencela otoritas Denmark yang tidak menilai secara tepat taraf keseriusan dari tindakan pembakaran Al-Qur’an..

Pada hari yang sama, satu negara Islam lain yaitu Bahrain juga telah memamggil Kuasa Usaha Sementara Swedia dan menyampaikan nota resmi untuk memprotes “pembakaran salinan-salinan Al-Qur’an di Stockholm”.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al-Busaidi, pada hari itu juga, telah mengadakan pembicaraan telepon dengan timpalannya dari Swedia, Tobias Billstrom untuk meminta penghentian diskriminasi terhadap kepercayaan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Irak, pada tgl 24 Juli, telah mengimbau Uni Eropa untuk “dengan cepat mempelajari lagi apa yang disebut sebagai “hak kebebasan berbicara dan hak berdemonstrasi” setelah kasus pembakaran Al-Qur’an.