
Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius mengumumkan rancangan
revisi atas permufakatan global tentang penanggulanan perubahan iklim
(Foto: AFP/vietnamplus.vn)
Namun, semua lembaga-lembaga swadaya masyarakat memberikan reaksi-reaksi negatif dan menganggap bahwa rancangan amandemen menimbulkan kekecewaan karena tidak memenuhi harapan-harapan. Romain Benicchio, juru bicara organisasi Oxfam mengatakan bahwa naskah ini memanifestasikan soal menjaga status quo dalam menghadapi tantangan-tantangan besar, pemberian bantuan kepada negara-negara yang paling rentan dan masalah-masalah beradaptasi dengan perubahan iklim tidak disebutkan secara jelas. Selain itu, kurang adanya tekat politik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca pasca tahun 2020 juga menimbulkan kekhawatiran. Sementara itu, ibu Jennifer Morgan, pemimpin Institut Sumber Daya Alam Dunia dari Amerika Serikat menilai: Semua masalah yang paling penting tetap masih berhenti di tengah jalan.
