Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa, dengan partisipasi pemimpin oposisi Belarusia, Uni Eropa sedang mengintervensi urusan internal Belarusia.

Menteri Luar Negeri negara-negara Uni Eropa dan Komisioner Tinggi Uni Eropa urusan kebijakan keamanan dan diplomatik, Josep Borrell akan melakukan pertemuan dengan pemimpin oposisi Belarusia pada Senin (21/9), sebelum melakukan sidang untuk membahas langlah-langkah sanksi terhadap Belarusia. Parlemen Eropa sebelumnya juga menyatakan tidak menerima hasil pemilihan presiden di Belarusia, bersamaan itu mengimbau supaya mengenakan sanksi terhadap negara ini.

Sementara itu, pada 18/9, Rusia mengimbau Uni Eropa untuk mempertimbangkan kebijakan yang terkait Belarusia, karena hal ini dapat mempengaruhi ketertiban hukum internasional serta menghalangi proses menuju ke stabilitas di negara ini.