Mengenai rencana pengembangan sosial-ekonomi tahapan 2026-2030, banyak anggota MN menyatakan persetujuan tinggi terhadap penilaian Pemerintah mengenai situasi dan konteks internasional. Bersamaan dengan itu, sepakat dengan pandangan, tujuan, kelompok solusi, serta tugas-tugas yang telah dilaporkan Pemerintah kepada MN. Para anggota MN menaruh harapan pada komitmen kuat dari Pemerintah dan Perdana Menteri di depan MN serta seluruh rakyat dalam persidangan pertama angkatan XVI untuk mendorong pembangunan sosial-ekonomi di masa mendatang, khususnya target pertumbuhan “dua digit” dari 10% ke atas. Ibu Ta Thi Yen, anggota MN dari provinsi Dien Bien, menyampaikan pendapat:
“Hal yang penting bukan hanya mencapai angka pertumbuhan, tetapi bagaimana menjaga stabilitas jangka panjang. Jika tetap mengikuti pola pertumbuhan lama yang banyak bergantung pada modal, sumber daya alam, dan tenaga kerja murah, maka akan sulit mencapai tujuan. Oleh karena itu, perlu beralih ke modal pertumbuhan yang berbasis pada produktivitas, inovasi kreatif dan nilai tambah, di antaranya perlu menekankan peran ekonomi digital, ekonomi hijau, ekonomi sirkular, serta pemanfaatan peluang dari Revolusi Industri 4.0".
Para anggota MN juga menekankan bahwa perekonomian Vietnam sangat terbuka, di tengah situasi internasional yang bergejolak dengan berbagai konflik bersenjata, terputusnya rantai pasokan, pusat migas internasional, dan hambatan teknis yang dikenakan oleh pasar-pasar besar. Di samping itu, ketegangan perdagangan dan kebijakan tarif timbal balik dari Amerika Serikat menimbulkan tantangan yang tidak kecil bagi pertumbuhan ekonomi Vietnam.
Pertanian merupakan bidang utama yang membantu sosial-ekonomi mengatasi periode yang paling sulit. Oleh karena itu, Pemerintah perlu lebih memperhatikan dan mengembangkan produk pertanian menurut arah yang meningkatkan kualitas dan nilai tambah yang berkelanjutan.
Pada sore hari yang sama, Menteri Pembangunan Tran Hong Minh menyampaikan laporan dan memperjelas berbagai isu yang mendapat perhatian dari para anggota MN di bidang pembangunan.
