Para utusan memfoto bersama di COP29. Foto: Xinhua/VNA

Rancangan pernyataan bersama yang diumumkan pada Kamis (21 November) tidak mengeluarkan angka konkret manapun tentang taraf bantuan keuangan yang akan diberikan oleh negara-negara kaya untuk membantu negara-negara berkembang melakukan transisi ke energi bersih dan beradaptasi dengan dampak-dampak perubahan iklim yang semakin serius. COP29 direncanakan berakhir pada Jumat (22 November).

Ketidakadaan anka konkret telah membuat para perunding merasa mengalami jalan buntu, khususnya ketika rancangan tersebut menunjukkan dua pandangan yang jelas-jelas berbeda. Satu sisi adalah negara-negara kaya, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat, berpendapat bahwa keuangan iklim sebaiknya meliputi sumber bantuan keuangan dari berbagai organisasi swasta dan negara-negara berkembang seperti Tiongkok. Di sisi lain, negara-negara berkembang meminta bahwa sumber keuangan terutama berasal dari anggaran pemerintah negara-negara kaya, dan terutama dalam bentuk hibah, alih-alih pemberian pinjaman yang bisa meningkatkan utang publik.