![]() |
Seperti yang dinilai oleh Friedrich Engels dalam prestasi-prestasi yang dicapai Karl Marx, ada tiga prestasi yang bisa dianggap sebagi tiga penemuan besar yang dia tinggalkan untuk kemudian hari. Yatu menemukan hukum perkembangan dari sejarah umat manusia; menemukan hukum gerak khusus dari cara produksi kapitalisme modern-hukum nilai tambah; menemukan missi sejarah proletariat. Bapak Trinh Quoc Tuan, mantan kepala Institut Sosialisme dari Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh menegaskan: Karl Marx telah mengaitkan globalisasi dengan pembebasan manusia dan pengembangan manusia secara menyeluruh.
Sedangkan, mantan Kepala Direktorat, Komisi Pemeriksaan KS PKV Duong Quang Phai menegasakan bahwa hingga saat ini, belum ada isme yang lebih progressif dari Marksisme-Leninisme. Dia memberitahukan: “Marksisme-Leninisme mengajar kepada kita pandangan-pandangan dasar, metode-metode materialis untuk mengkaji, menilai hukum hidup-mati pengembangan masyarakat. Marksisme-Leninisme tidak bisa menunjukkan kepada kita setiap urusan konkret. Masalahnya ialah sekarang kita memahami bagaimana hakekat Marksisme. Pada pokoknya, Marksisme-Leninisme tetap benar dan merupakan sosialisme yang progresif:

