Pada hari yang sama, majalah Politico memberitakan: Satu delegasi persiapan yang meliputi 30 pejabat Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS sedang siap berangkang ke Singapura pada akhir pekan ini.
Sebelum-nya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Pyong Yang sedang melakukan perbahasan dan kedua fihak ingin mengadakan satu pertemuan puncak menurut rencana semula (pada 12/6 mendatang di Singapura), meskipun sebelumnya hanya sehari Pemimpin Gedung Putih telah menyampaikan surat kepada Pemimpin RDRK untuk mengumumkan pembatalan peristiwa bersejarah ini. Menurut Donald Trump, dia telah mengadakan: “perbahasan-perbahasan sangat efektif” dengan Pyong Yang.
