![]() |
Sebelumnya, Pemerintah negara bagian Jeneva telah memberikan surat izin bagi demonstransi dengan jumlah peserta yang direncanakan mencapai 5.000 orang. Tetapi, di kenyataan-nya jumlah demonstran ini hanya mencapai kira-kira beberapa ratus orang saja.
Demonstrasi “Rompi kuning”di Jeneva bersifat simbolik karena Lapangan Negara-Negara terletak di depan Kantor PBB, tempat berlangsungnya sidang-sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Demonstran Rompi kuning membawa pesan dan menjunjung tinggi slogan, menunjukkan tuntutan tentang masalah-masalah ekonomi dan politik dari gerakan “Rompi kuning”, khususnya ialah tentang pajak gaji pensiun.

