Pernyataan itu menunjukkan garis politik Khartoun yang lebih keras terhadap upaya-upaya internasional untuk menangani krisis politik yang sedang berlangsung di negara Afrika itu.

Sebelumnya, Misi PBB yang dipimpin oleh Utusan Khusus, Volker Perthes memulai perundingan pada bulan ini untuk membantu menangani kemacetan di Sudan setelah kudeta pada tahun lalu. Sebelumnya, Dewan Kedaulatan Sudan telah menyambut inisiatif PBB dan Perthes mengatakan bahwa tentara tidak memprotes kehadirannya.