Sebagai forum yang meninjau dan membahas masalah-masalah tentang perdamaian dan keamanan, tapi Dialog Shangri-La tahun ini yang berlangsung dari 31/5-2/6 diliputi oleh masalah-masalah yang lain. Di antaranya, “titik beratnya” ialah ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta perang teknologi ketika Pemerintah pimpinan Presiden Donald Trump mengenakan sanksi-sanksi untuk membatasi “raksasa teknologi” Huawei dari Tiongkok. Dua pihak masih sedang berselisihan tentang masalah-masalah keamanan strategis seperti Laut Timur dan selat Taiwan.

Pada latar belakang tersebut, Dialog Shangri-La 2019 akan menyoroti banyak aspek dari ketegangan-ketegangan yang sedang menjelujuri hubungan AS-Tiongkok. Yang patut diperhatikan n ialah, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, mengirimkan pejabat tingkat rendah, pada tahun ini, Tiongkok mengirimkan Menteri Pertahanan (Menhan) Wei Fenghe untuk menghadiri forum keamanan papan atas di Asia ini. Ini merupakan kesempatan bagi Wei Fenghe menyampaikan “sumbangan-sumbangan Tiongkok pada keamanan regional”, bersamaan itu menjelaskan peranan Beijing di Asia. Tapi sebagai imbangan-nya, penjabat Menhan AS, Patrick Shanahan akan menyampaikan pidato tentang aspek-aspek dari strategi Samudera Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (FOIPS).