Dialog Shangri-La menjadi “panas” karena situasi Laut Timur

(VOVworld) – Pada Minggu (1 Mei), Dialog Shangri-La atau juga disebut sebagai Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Asia (IISS) berada dalam hari kerja ke-tiga dan juga merupakan hari kerja terakhir. Pada hari kerja ke-dua, situasi ketegangan di Laut Timur yang bersangkutan dengan tindakan-tindakan sepihak Tiongkok yang melangar hukum internasional merupakan salah satu topik utama yang memanaskan semua perbahasan. Ketika menyingung perkembangan tegang di Laut Timur selama ini, terutama penempatan anjungan pengeboran minyak Haiyang Shiyou 981 secara tidak sah oleh Tiongkok di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Chuck Hagel menekankan bahwa AS memprotes semua tindakan yang menghalangi kebebasan dan keselamatan maritim di kawasan laut ini. Menhan Chuck Hagel menegaskan bahwa strategi penyeimbangan kembali AS terus dipertahankan di Asia-Pasifik.

Dialog Shangri-La menjadi “panas” karena situasi Laut Timur - ảnh 1
Menhan Vietnam, Phung Quang Thanh dan Menhan AS, Chuck Hagel
(Foto: dantri.com.vn)


Di sela-sela konferensi pada Sabtu (31 Mei), Menhan Vietnam, Phung Quang Thanh melakukan beberapa pertemuan secara terpisah dengan Menhan AS, Chuck Hagel, Menhan Perancis, Jean Yves Drian dan Menhan Inggris, Philip Hammond. Pada pertemuan antara Menhan Vietnam dan Menhan AS, dua fihak sepakat akan memperkuat kerjasama dalam masalah mencari orang AS yang hilang dalam perang, membersihkan bom dan ranjau serta mengatasi akibat zat dioxin di Vietnam. Tentang situasi di Laut Timur sekarang, dua Menhan menyetujui perlunya menghormati hukum internasional serta makna penting usaha menjaga perdamaian dan kestabilan, menjamin keamanan, kebebasan laut dan udara di Laut Timur. Selain itu, dua fihak juga berbahas secara sangat terbuka dan terus terang dengan semangat saling mengerti, semangat konstruktif demi tujuan bersama yalah menjaga perdamaian dan kestabilan di kawasan Asia-Pasifik.

Dalam pertemuan-pertemuan secara terpisah dengan Menhan Inggris dan Perancis, kedua mitra Inggris dan Perancis memperhatikan situasi ketegangan di Laut Timur sejak Tiongkok menempatkan secara tidak sah anjungan pengeboran minyak Haiyang Shiyou 981 di zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Vietnam. Menhan Inggris, Hammond menekankan bahwa Inggris mendukung pernyataan Uni Eropa, menurut itu menyatakan kecemasan tentang masalah-masalah antara Tiongkok dan Vietnam yang bersangkutan dengan aktivitas anjungan pengeboran minyak Haiyang Shiyou 981 dan mengimbau kepada semua fihak supaya melaksanakan langkah-langkah guna meredakan ketegangan dan menghindari menjalankan tindakan-tindakan sepihak yang bisa merugikan perdamaian dan kestabilan di kawasan. Inggris memprotes penggunaan kekerasan dalam menangani semua sengketa. Sementara itu, Menhan Perancis, Jean Yves Drian menyatakan dukungan terhadap penanganan sengketa-sengketa melalui langkah damai./.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain