Ini menjadi langkah strategis penting bagi Vietnam dalam konteks dunia yang mengalami perubahan mendalam. Hal ini bertujuan mempertahankan insiatif strategis, serta turut mewujudkan tujuan “kebangkitan bangsa Vietnam”. Demikian ditegaskan Profesor Xu Liping, pakar isu-isu internasional dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok dalam wawancara kepada kalangan pes mengenai peran, posisi dan kontribusi diplomasi Vietnam pada pembangunan dan integrasi tanah air selama 40 tahun Pembaruan.
Profesor Xu Liping menyatakan bahwa Vietnam secara konsisten dan teguh melaksanakan garis politik yang independen, mandiri dan multiateral, menciptakan lingkungan internasional yang kondusif bagi Usaha pembaruan dan integrasi internasional serta berkontribusi penting dalam menyerap investasi asing dan mendorong perdagangan luar negeri Vietnam. Ia juga memberitahukan bahwa diplomasi Vietnam kental dengan langgam “diplomasi bambu” yang memadukan keteguhan prinsip dengan kefleksibelan yang diperlukan sehingga turut meningkatkan posisi tanah air di kancah internasional.
Vietnam telah menggalang hubungan Kemitraan strategis komprehensif dengan seluruh anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Vietnam menjadi negara Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai hal tersebut. Profesor Xu Liping juga menilai bahwa dalam hubungan dengan Tiongkok, Vietnam menganggap hal ini sebagai prioritas diplomasi utama yang mencerminkan kebijaksanaan dan kecerdasan dari diplomasi Vietnam.
