Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Mariano Grossi (Foto: Ria Novosti)

Sebelumnya, menurut informasi dari Badan pers dari Pabrik listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, pada tanggal 7 April, Angkatan Bersenjata Ukraina melakukan serentetan serangan dengan pesawat nirawak terhadap Pabrik listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, termasuk reaktor nuklir nomor 5 dan nomor 6, sehingga melukai 3 orang.

Perusahaan umum energi nuklir Federasi Rusia menyebut serentetan serangan dengan pesawat nirawak terhadap Pabrik listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia sebagai tindakan yang belum pernah ada, bersamaan dengan itu mengimbau pimpinan IAEA dan negara-negara Uni Eropa supaya mengangkat suaranya terhadap kasus tersebut.