Pada sidang tersebut, Duta Besar Rusia, Vassily Nebenzia, memberitahukan bahwa Moskow merekomendasikan pembukaan sesi perdebatan karena ada bahaya yang timbul dari misinformasi terkait Rusia terhadap perdamaian dan keamanan internasional, bersamaan itu menekankan bahwa satu perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan di Eropa tidak bisa ditegakkan berdasarkan pada semua misinformasi seperti itu.
Sementara itu, Wakil Mozambik, negara Ketua DK PBB bulan Maret, memperingatkan bahwa penggunaan bahasa yang provokatif akan hanya mengeskalasikan konflik sekarang ini dan mengakibatkan prospek perdamaian menjadi lebih jauh lagi.
Wakil perutusan-perutusan Malta dan Tiongkok mengimbau komunitas internasional supaya mendukung pemecahkan konflik ini dengan langkah damai.
