Dalam pernyataan dengan kebulatan pendapat, di antaranya ada dukungan Tiongkok- sekutu RDRK, DK PBB memberikan instruksi kepada Komite Sanksi-nya memperkuat lebih lajut lagi upaya pelaksanaan serentetan sanksi keras yang telah diberlakukan pada tahun lalu.
![]() |
DK PBB juga sepakat akan “melaksanakan lagi langkah-langkah berarti, di antaranya ada sanksi” untuk memaksa RDRK mengubah sikap-nya dan menghentikan “tindakan-tindakan yang menimbulkan destabilitas”.
Pada hari yang sama, di depan jumpa pers harian di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB menyerukan kepada RDRK supaya menghentikan uji-uji coba rudal. Dia menekankan bahwa tindakan-tindakan ini mengancam keamanan baik dikawasan maupun di dunia. Sementara itu, Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre menyatakan bahwa uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara merupakan “tindakan provokatif yang tidak bisa diterima” dan memaksa DK PBB memberikan reaksi yang "cepat dan gigih”.

