Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: REUTERS/VNA

Prioritas primer dari Donald Trump merupakan masalah migrasi. Dia menegaskan akan mengusir serentetan migran ilegal, dimulai dari orang-orang yang memiliki catatan kriminal. Namun, dia tampak lebih terbuka terhadap kelompok "Dreamers", orang-orang yang dibawa ke AS secara ilegal saat masih anak-anak.

Tentang politik luar negeri, Donald Trump tidak berkomitmen bahwa AS akan terus bertahan di NATO kecuali negara-negara anggota “membayar biaya penuh”. Dia juga secara implisit mengisyaratkan bahwa Ukraina mungkin tidak menerima bantuan militer sebanyak seperti sekarang ketika dia kembali ke Gedung Putih.

Tentang ekonomi, Presiden terpilih AS mengakui bahwa tidak bisa menjamin agar warga AS tidak akan membayar harga yang lebih mahal karena kebijakan tarif impornya. Dia juga menegaskan tidak akan memangkas program-program jaring pengaman sosial seperti Medicare dan Social Security, bersamaan itu menyatakan keterbukaan terhadap peningkatan taraf gaji minimum federal - yang tidak berubah sejak tahun 2009.