![]() |
Dia bersamaan itu menyatakan kepercayaan terhadap kemungkinan peristiwa itu berlangsung dan menganggap bahwa Presiden AS, Donald Trump ingin “melaksanakan pertemuan”.
Bersangkutan dengan Pertemuan Puncak ke-2 AS-RDRK di Kota Hanoi yang berakhir tanpa permufakatan, Dubes Harry Harris menganggap bahwa permintaan RDRK untuk menghancurkan kompleks nuklir Yongbyon negara ini untuk ditukar dengan membatalkan sanksi-sanksi penting ialah “satu permufakatan yang buruk” karena akan mengakibatkan kemungkinan sanksi-sanksi dilonggarkan pada saat program-program senjata RDRK sebagian besar masih utuh.

