Warga menghindari cuaca panas di pantai di Chicago, AS, 17 Juni 2024. Foto:Xinhua/VNA |
Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat, negara-negara Laut Tengah telah harus mengalami satu pekan lagi dengan cuaca yang sangat panas sehingga merebak berbagai kebakaran hutan dari Portugal sampai Yunani dan sepanjang pantai Aljazair di Afrika Utara.
Sebelum resmi memasuki musim panas, Eropa telah mencatat sejumlah kasus kematian akibat panas. Cuaca panas yang luar biasa selama sekitar sepekan ini telah menewaskan 3 wisatawan mancanegara di Yunani.
Hampir 2 juta orang Muslim dari semua penjuru dunia sedang menunaikan ibadah Haji tahun ini di Kota Mekkah (Arab Saudi) dalam cuaca panas terik. Data-data dari negara-negara dengan jemaah menunjukkan bahwa lebih dari seribu orang telah meninggal dunia dalam cuaca panas sebesar sekitar 50 derajat Celcius.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan, ada banyak kemungkinan tahun 2024 akan menjadi satu tahun panas rekor berikutnya, memecahkan rekor suhu panas yang tercatat pada tahun 2023. Meski begitu, organisasi ini menilai, kembalinya fenomena cuaca La Nina pada tahun ini mungkin akan membawa cuaca yang lebih sejuk untuk beberapa kawasan di Bumi.

