Dalam prakiraan-prakiraan yang dikeluarkan pada September lalu, ECB telah mengajukan skenario buruk yaitu perekonomian Zona Euro bisa merosot kira-kira 1% pada tahun 2023, sementara skenario dasar memprakirakan pertumbuhan ekonomi zona ini bisa mencapai 0,9%. Menurut Guindos, sebabnya ada perbedaan antara dua skenario tersebut ialah penilaian sumber pasokan energi dari Rusia.
Sejak akhir Agustus, Eropa telah tidak menerima gas bakar dari Rusia melalui pipa Arus Utara 1, sehingga harga energi di benua ini melonjak, meningkatkan inflasi yang telah tinggi ke taraf rekor baru sebesar 10% pada September lalu.
ECB memprakirakan bahwa dalam situasi prospek ekonomi suram, inflasi per tahun Zona Euro mungkin mencapai 8,4% pada tahun ini dan 6,9% pada tahun 2023.
