Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS), pertumbuhan GDP di taraf lemah sebesar 0,1% pada triwulan I tahun ini. Pablo Shah, ekonom Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis menyatakan bahwa hasil ini sebagian disebabkan situasi pasar sedang mengalami kesulitan, di samping itu ialah pengaruh dari beberapa faktor jangka pendek seperti investor dan turun-nya biaya belanja dari kaum konsumsi. Pakar tersebut juga memperingatkan masa depan ekonomi yang buruk atau bahaya tentang satu Brexit yang mengalami banyak instabilitas bisa menunda pekerjaan normalisasi kebijakan moneter dari Bank Sentral Inggris.