Angka ini menegaskan posisi FDI sebagai pendorong utama pertumbuhan ekspor Vietnam. Kelompok produk komputer, produk elektronik, dan komponen tetap mempertahankan posisi sebagai “lokomotif utama” dengan nilai ekspor mencapai lebih dari 6 miliar USD. Pertumbuhan kuat pada produk teknologi serta industri pengolahan dan manufaktur menunjukkan bahwa Vietnam tetap menjadi mata rantai penting dalam rantai pasok global. Selain itu, produk tradisional seperti tekstil dan garmen serta alas kaki juga terus menunjukkan pemulihan yang baik dengan nilai ekspor masing-masing mencapai 1,4 miliar USD dan 1 miliar USD.
Di sisi lain, nilai impor barang pada paruh pertama Mei mencapai 26,7 miliar USD. Dari jumlah tersebut, kelompok pelaku usaha FDI mencatat nilai hampir 20 miliar USD. Impor terutama terkonsentrasi pada kelompok bahan baku dan mesin serta peralatan. Produk impor terbesar adalah komputer, produk elektronik, dan komponen dengan nilai mencapai 10,7 miliar USD.
Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 15 Mei, total nilai ekspor-impor Vietnam mencapai 394 miliar USD, dengan defisit perdagangan sekitar 14 miliar USD. Perkembangan ekspor-impor pada bulan-bulan awal tahun ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi, pengolahan, dan perdagangan internasional sedang pulih dengan kuat. Namun, laju pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor juga menimbulkan tekanan tertentu terhadap neraca perdagangan pada waktu mendatang.
