Di Prancis, kekerasan pecah di banyak kota, kemarin (17/10), ketika aksi demonstrasi menentang peningkatan biaya hidup dan penurunan kualitas layanan publik lepas kendali, memicu salah satu gelombang kerusuhan terburuk yang pernah disaksikan negara ini dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden Emmanuel Macron berjanji akan menuntut dan menghukum para pelaku aksi penyerangan tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyatakan bahwa Pemerintah tidak akan membiarkan dirinya "diancam" oleh kekerasan, serta menilai bahwa kelompok "kiri ekstrem" dan para kriminal adalah pihak yang menyebabkan ketidakstabilan ini.
Sementara itu, di Italia, pada tanggal 16 dan 17 Oktober, para siswa dan mahasiswa turun ke jalan melakukan demonstrasi di banyak kota besar di seluruh negeri. Di Portugal, puluhan ribu orang berunjuk rasa di ibu kota Lisbon, menyuarakan kekhawatiran tentang lonjakan harga rumah dan biaya hidup sementara pendapatan belum mampu mengimbanginya. Di Albania, isu-isu terkait lapangan kerja, kualitas pendidikan, dan tata kelola pemerintahan juga menarik perhatian publik. Kegiatan kerumunan massa di Ibu Kota Tirana sempat memicu ketegangan, sementara Pemerintah mengimbau untuk menjaga ketenangan dan memastikan ketertiban umum.
Perkembangan ini menunjukkan tekanan yang semakin besar bagi banyak perekonomian Eropa dalam menyeimbangkan antara stabilitas keuangan, pengendalian pengeluaran publik dan pemenuhan kebutuhan esensial dari masyarakat.
