Oleh karena itu, jumlah korban yang tewas dalam bentrokan-bentrokan antara para demonstra dan tentara Israel sekarang ini mencapai 44 orang. Menurut rencana demonstrasi akan mencapai puncaknya pada tanggal 15/5 ini – Hari yang disebutkan oleh orang Palestin sebagai “musibah”, menandai saat ketika ratusan ribu orang Palestina harus meninggalkan tanah airnya ketika Negara Israel dibentuk pada tahun 1948.
Komunitas internasional sudah berkali-kali mencela penggunaan peluru sungguhan dari tentara Israel yang menimbulkan banyak korban terhadap para demonstra. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anotino Guterres dan Uni Eropa telah berseru supaya melaksanakan satu investigasi yang independen tentang situasi di sana. Namun Israel telah menolak usulan ini.